Jerawat, sangatlah mengganggu kulit wajah. Bahkan, mayoritas orang kulit berminyak lebih sering berjerawat. Namun, bagaimana dengan kondisi kulit kering yang sering berjerawat? Anda dapat menemukan penyebab jerawat yang sering muncul dalam kondisi kulit kering. Setiap kali kulit kita menjadi tidak seimbang —atau jika pelindung kulit kita terganggu— segala sesuatunya menjadi kacau. Jika saat ini kamu sedang berjerawat padahal kulitmu kering, hal itu bukan sesuatu yang aneh. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi, dan apa yang dapat kamu lakukan untuk mengatasinya?
Kulit kering akan rentan berjerawat, saat nampak dan terasa bersisik, kasar, dan memerah atau sensitive. Hal ini, merupakan tanda bahwa kulit anda sedang dehidrasi. Biasanya, musim dingin akan memicu jerawat pada kulit kering, tetap hal ini bisa juga faktor genetic.
Ketika kulit menjadi kering, hal ini dapat menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan dan memproduksi sebum tambahan, jelas Aanand N. Geria, DVM, dokter kulit bersertifikat dan pendiri Geria Dermatology. Ini pada dasarnya adalah cara tubuh mengatakan, “Saya melihat kamu membutuhkan kelembapan ekstra. Biarkan saya membantu dan menghasilkan lebih banyak minyak.” Kombinasi produksi sebum ekstra dan sel kulit mati yang terkelupas inilah yang dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat, kata Dr. Geria.
Bentuk Jerawat Akibat Kulit Kering
Penyebab jerawat timbul, telah anda ketahui. Sekarang kamu juga harus tahu bagaimana bentuk sebenarnya dari jerawat pada kulit kering. Biasanya, terlihat sangat mirip dengan jenis jerawat berbentuk benjolan merah yang meradang dan berisi nanah “Jerawat akibat kulit kering seringkali terlihat seperti jerawat biasa, namun latar belakang kulitnya akan bersisik atau terkelupas, kusam, dan secara umum wajah akan terasa terlalu kencang saat mencoba melakukan ekspresi wajah,” ujar Dr. Geria. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa penyebab jerawat tidak selalu jelas.
Kamu mungkin mengalami jerawat karena kulit kering, banyak faktor lain yang dapat memicu timbulnya jerawat, kata Julia T. Hunter, DVM, dokter kulit dan pendiri Wholistic Dermatology.
Faktor-faktor ini dapat mencakup berbagai hal, mulai dari masalah internal —seperti perubahan hormon atau peradangan— hingga penyebab eksternal, seperti produk perawatan kulit yang tidak cocok atau kurangnya pembersihan dan pengelupasan kulit yang tepat, kata Dr. Hunter. Apa pun masalahnya, penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan atau gangguan yang perlu diatasi.”
Penyebab Jerawat, dapat anda Obati dengan Cara ini
Menurut dokter kulit bersertifikat Morgan Rabach, jerawat pada kulit kering biasanya hanya terjadi di zona-T, yaitu area dahi, hidung, dan dagu yang biasanya lebih berminyak dibanding area kulit lainnya.
Spot Treatment
Spot treatment ini dapat memasukkan bahan aktif seperti asam salisilat atau benzoil peroksida dengan dosis yang kuat langsung jerawat yang mengganggu. Namun, obat satu ini tidak akan mengeringkan area kulit sekitarnya. Engelman pun merekomendasikan agar kita menggunakan spot treatment ini sesuai kebutuhan sambil tetap menjaga rutinitas membersihkan, merawat, dan melembapkan wajah. Rabach pun menambahkan, jika kita menggunakan spot treatment berbahan dasar benzoil peroksida, gunakanlah produk dengan konsentrasi benzoil peroksida sebanyak satu hingga 2,5 persen.
Oral
Nilai plus dari mengobati jerawat pada kulit kering dengan obat oral (minum) adalah kulit dapat terhindar dari potensi makin mengeringnya kulit akibat pemakaian produk topikal. Rabach pun merekomendasikan Spironolactone sebagai obat jerawat oral yang layak dicoba. Menurutnya, obat ini akan bekerjsa sangat baik dengan perempuan yang memiliki jerawat hormonal, seperti jerawat batu di area rahang.
Antibiotik
Cara mengatasi jerawat pada kulit kering yang terakhir adalah dengan pemberian obat antibiotik seperti doxycycline atau minocycline, yang dapat membasmi P. acne, alias bakteri utama penyebab jerawat. Selain itu, obat antibiotik ini dapat mengurangi peradangan pada jerawat merah yang menyakitkan. Bahkan seperti Spironolactone, obat jerawat antibiotik dapat membantu mengurangi kebutuhan pemakaian obat topikal.