Shin Tae-Yong Kena Kartu Merah, di Laga Indonesia vs Guinea

Indonesia vs Guinea, telah berakhir dengan score 0:1. Hal ini, sontak mengecewakan warga Indonesia. Karena, memupuskan harapan untuk maju ke Olimpiade Paris 2024. Bahkan, dalam babak play-off yang di selenggarakan dalam stadion pierre pibarot, clairefontaine nampak memanas. Karena, aksi protes Shin Tae-Yong membuat wasit asal Prancis, Francois Letexier geram dan memberikan kartu merah. Sehingga, Shin Tae-Yong harus meninggalkan lapangan. Aksi kontroversial ini, menuai banyak komentar dari berbagai pihak. Media Asingpun menyorot hal tersebut sampai menjadi viral beberapa waktu ini.

Selain itu, ada seorang mantan pemain timnas Indonesia tahun 1976 yang geram karena peristiwa tersebut. Anjas Asmara tak segan memberikan saran untuk PSSI memecat Shin Tae-Yong. Namun, sarannya membuat netizen mengulas kegagalannya dalam eksekusi penalti piala dunia 1976.

Bagaimanapun, Shin Tae-Yong telah membuat timnas Indonesia berhasil mengalahkan beberapa negara hingga menjadi Juara 4 besar Piala Asia U23 dan sejarah baru dalam dunia sepakbola

Media Asing Soroti Shin Tae-Yong Keluar Lapangan

Laga Indonesia vs Guinea yang dianggap cukup kontroversial ini, banyak di soroti oleh media asing. Apalagi, waktu wasit memberikan kartu merah hingga Shin Tae-Yong harus melangkah pergi dari lapangan dan duduk di barisan kursi penonton. Berikut ini, beberapa media asing yang menyoroti pertandingan Indonesia Vs Guinea U23,

ESPN

    Media dari Negara Amerika Serikat ini, juga memberikan komentar terkait hal tersebut.

    “Upaya untuk mengakhiri penantian selama 68 tahun untuk kembali ke turnamen sepak bola putra Olimpiade tinggal 90 menit lagi, dan satu kemenangan untuk diselesaikan. Namun dengan kaki yang berat dan pikiran yang lelah, kondisi ini dapat dimengerti,” tulis ESPN.

    “Mengingat kerja keras selama 3,5 minggu terakhir, di mana mereka (Indonesia U23) telah melampaui semua ekspektasi, namun Indonesia belum mampu mencapai garis finis (lolos ke Olimpiade),” tambahnya.

    Media tersebut menambahkan, kegagalan Indonesia melaju ke Olimpiade Paris 2024 tidak mengurangi pencapaian Timnas sejak debut gemilang di Piala Asia U23 2024, dengan torehan finis di peringkat keempat. Di sisi lain, ESPN juga menyoroti beberapa pemain Indonesia yang dianggap potensial, namun pada akhirnya tidak bisa bermain optimal. 

    “Indonesia tidak diperkuat dua pemain kuncinya, yaitu kapten Rizky Ridho yang terkena larangan bermain dan pemain bertahan Justin Hubner, yang dipanggil kembali untuk tugas klub oleh tim Liga J1 Cerezo Osaka,” tulisnya.

    Menurut media tersebut, hal itu berdampak besar bagi permainan Indonesia. Namun, perjuangan Indonesia hingga ke babak play-off dinilai menjadi catatan sejarah tersendiri.

    BBC

    British Broadcasting Corporation, merupakan penyiaran layanan publik inggris yang terletak di Britania Raya. Media ternama BBC, memberitakan kekalahan Indonesia atas Guinea dengan judul “Guinea seal final men’s football spot at Paris 2024” atau “Guinea mengunci posisi terakhir sepak bola putra di Olimpiade Paris 2024”.

    Media ini menyoroti bagaimana penyerang Getafe Ilaix Moriba mencetak gol dan membawanya menang atas Indonesia melalui tendangan penalti, setelah Algassime Bah dijatuhkan oleh Witan Sulaeman dari Indonesia. Selain itu, BBC mengatakan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino termasuk di antara mereka yang hadir untuk play-off di Clairefontaine dan berada di tribun bersama presiden federasi Guinea Aboubacar Sampil dan mitra Indonesia Erick Thohir.

    “Mesir, Maroko, dan Mali juga akan mewakili Afrika dalam sepak bola pria di Paris 2024, dengan Nigeria dan Zambia menjadi dua kualifikasi benua untuk turnamen wanita 12 tim,” tulisnya. Acara sepak bola Olimpiade putra berlangsung dari 24 Juli hingga 9 Agustus sedangkan kompetisi putrinya bakal diadakan dari 25 Juli hingga 10 Agustus.

    MK Sports

    Dalam artikelnya berjudul “Pelatih Shin Tae-yong sangat marah dan akhirnya diusir keluar lapangan. Dengan demikian, impian Olimpiade Indonesia sirna”, media ini menuliskan bahwa Indonesia telah bermain dengan baik. Meski demikian, Indonesia tidak apat mengatasi kekuatan fisik dari Guinea dan mengalami kekalahan usai mendapatkan keputusan-keputusan dari wasit yang meragukan dan saling tumpang tindih.

     “Indonesia kesulitan dengan fisik Guinea sepanjang babak pertama. Tentu saja, dia melawan dengan tekanan menyeluruh dan serangan balik melalui pertahanan, tetapi kecepatan dan kekuatan Guinea cukup besar,” tulisnya.

    Selain itu, MK Sport turut menyoroti keputusan wasit di babak kedua yang memutuskan untuk memberikan tendangan penalti kepada Guinea, lantaran menilai pemain belakang Indonesia, Dewangga melakukan pelanggaran.

    “Tekel Dewangga sangat rapi. Dia menyentuh bola terlebih dahulu, dan proses tabrakannya sulit dianggap sebagai pelanggaran. Namun, keputusan wasit tidak berubah, dan Shin Tae-yong mendapat protes keras dan segera dikeluarkan dengan dua peringatan,” tulis MK Sport.

     “Protes tersebut berlangsung sekitar empat menit dan diakhiri dengan keluarnya pelatih Shin Tae-yong dari bangku cadangan,” tambahnya.

    Hankyoreh

    Masih dari Korea Selatan, media Hankyoreh juga memuat berita terkait laga Indonesia Vs Guine U23  “Pelatih Shin Tae-yong hengkang, Indonesia gagal melaju ke Olimpiade karena kalah melawan Guinea” tulis dalam pemberitaannya.

    Media ini menuliskan, Indonesia yang melaju ke babak play-off dengan finis di tempat keempat di Piala Asia U23 kembali berjuang ke Olimpiade untuk kali pertama dalam 68 tahun sejak Olimpiade Melbourne 1956. Sayangnya, Indonesia yang dipimpin Shin Tae-yong gagal melewati rintangan terakhir saat melawan Guinea pada Kamis.

     “Indonesia menghadapi Guinea dengan serangan cepat khasnya, namun ini adalah pertandingan yang tidak begitu sulit bagi Guinea, yang memiliki fisik dan fleksibilitas yang baik,” tulis Hankyoreh.

    VN Ekspress

    Media asal Vietnam, VN Express memuat pemberitaan yang berjudul “Indonesia kehilangan tiket Olimpiade dari Guinea” usai pertandingan play-off Indonesia vs Guinea berakhir dengan skor 0-1. VN Express mengatakan, dalam pertemuan yang menegangkan dan dramatis di babak play-off Olimpiade, Guinea meraih tiket terakhir untuk sepak bola pria di Paris 2024 dengan kemenangan atas Indonesia, berkat gol tunggal dari Ilaix Moriba.

    Media ini menyebutkan, permainan dari kedua kesebelasan dimulai dengan penampilan taktik yang kontras. Guinea mengandalkan kecakapan fisik mereka, mencari peluang dari set-piece dan tendangan sudut. Sementara Indonesia memilih pendekatan defensif, melawan dengan cepat jika memungkinkan. “Terlepas dari peningkatan Indonesia, Guinea tetap berbahaya, dengan Lamine Soumah hampir menemukan gol kedua di menit ke-54. Tembakannya secara heroik diblokir oleh bek Indonesia,” tulisnya. Pada menit ke-73, Guinea mendapatkan penalti kedua setelah takel dari Alfeandra Dewangga yang dinilai sebagai pelanggaran. Namun, tendangan tersebut gagal karena melebar dari gawang Ernando Ari.